Langsung ke konten utama

Postingan

Pembelajaran Berharga dari When My Love Blooms

Sudah dua bulan lamanya berpisah dengan drama ini. Drama yang memberi pembelajaran bermakna dan masih cukup aku ingat bagaimana kisah-kisahnya, When My Love Blooms. Awal perkenalanku dengan drama ini bermula dari keinginanku mencari tontonan baru yang kiranya bisa membuat diriku terhibur. Selama mengikuti cerita dari dua tokoh utama drakor ini, Yoon Ji Soo dan Han Jae Hyun, aku menyadari bahwa rasa percaya dan saling menghargai itu sangat penting dalam menjalin hubungan. Gak cuma dalam hubungan dua sejoli aja, tapi juga dengan teman dan keluarga. Aku salut sama persahabatan dua tokoh utama ini dengan 3 teman mereka yang lain. Persahabatan mereka benar-benar solid walau sudah terjalin lebih dari 2 dekade. Mereka selalu ada di saat Ji Soo dan Jae Hyun lagi terpuruk. Padahal mereka bertiga ini cuma orang luar lho. Tapi effort -nya itu luar biasa banget waktu bantuin dua sejoli ini dalam menghadapi berbagai masalah yang datang silih berganti. Sayangnya, mereka yang mengklaim diri sebagai ...

Fiksi Mini: Berdamai dengan Sifat Mengeluh

Ilustrasi gambar (Sumber: pixabay.com/ graphixmade ) SETIAP hari ada saja yang membuatku tidak berhenti untuk mengeluh. Dan kebanyakan di antaranya adalah masalah sepele. Capek dikit, ngeluh . Merasa buntu, ngeluh juga. Sampai orang-orang terdekatku pada caaapek dengerin keluh-kesahku ini. Tiap kali bilang pengen curhat, pasti isinya enggak jauh-jauh dari keluhanku yang sebenarnya masih bisa dicari jalan keluarnya. Kali ini aku berkesempatan mengikuti lomba menulis artikel. Pembahasannya tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Awalnya ketika melakukan riset artikel ini terasa begitu menyenangkan. Sampai pada akhirnya...dipertemukan lagi dengan titik jenuh. Dan aku mulai merasa ada yang salah dengan risetku ini. Aku merasa kalau aku telah membuang-buang waktu karena terlalu fokus riset dengan mengandalkan satu sumber buku referensi saja setelah artikel berita. Seharusnya aku mengambil bahan riset dari artikel berita dan jurnal, bukan artikel berita dan buku referensi. Meski sudah kuberi ...

Fiksi Mini: Memutuskan untuk Kembali

Ilustrasi gambar (Sumber: unsplash.com/ @evelynparis )   AKU dalam perjalanan menuju rumah yang sudah lama kutinggalkan selama bertahun-tahun. Karena kejadian itu, kami tidak berkomunikasi lagi. Bukan! Lebih tepatnya karena perkataanku yang membuat perasaan orang yang paling kusayangi dan paling kuhargai...terluka. Sungguh, sebetulnya bukan ini yang kumau. Pada awalnya aku ragu, apakah kepulanganku ke rumah itu akan menimbulkan masalah baru? Apakah orang itu masih marah padaku? Aku takut, sungguh takut. Tidak sanggup hati ini menghadapi kebencian yang akan kuhadapi nanti. Tapi, seseorang pernah berkata padaku, "Kamu harus pulang. Dia sedang menunggu kamu. Dia udah enggak marah lagi sama kamu." Hanya berbekal keyakinan tersebut aku memberanikan diri untuk menjejakkan kaki ke rumah itu lagi. Selain karena penasaran, sesungguhnya...aku juga merindukannya. Merindukan semua yang ada di sana, merindukan mereka semua, dan...merindukan dia. Seseorang yang telah membesarkanku dan tel...

Fiksi Mini: Suatu Hal yang Berkaitan dengan...Keajaiban

Ilustrasi gambar (Sumber: unsplash.com/ @benwhitephotography ) LELAH menunggu. Satu setengah tahun ini masih menganggur. Sementara teman-teman seangkatanku sudah mendapatkan karier impiannya. Ingin kuteriak, merasa semua usaha yang kulakukan sia-sia. Sebenarnya apa yang salah?! *** Beberapa hari setelahnya, notifikasi WhatsApp masuk ke ponsel. Aku masih frustrasi saat itu. Dikatakan bahwa aku diundang untuk interview  besok lusa. Aku tak percaya kalau keajaiban sungguh terjadi. Hingga rasanya ingin menangis. *** Aku lupa, ketika berdoa ada 3 hal yang selalu kupercaya: langsung dikabulkan, tidak langsung dikabulkan, dan tidak dikabulkan karena—mungkin—bukan pilihan baik lalu digantikan dengan yang lebih baik. Maafkan aku, Ya Allah. Dan...terima kasih, sekali lagi Engkau t'lah mengabulkan permintaanku.[]

Fiksi Mini: Bagai Roda yang Berputar Arah

Ilustrasi gambar (Sumber: pixabay.com/ AndyG ) DULU kita pernah berada di atas. Ketika berada di titik itu, kita begitu menikmatinya. Menikmati kenyamanannya, menikmati posisinya. Sampai kita lupa bahwa terkadang kita pun sesekali harus menengok ke bawah. Aku pernah berada di posisi yang dianggap ternyaman ini. Posisi yang bisa dibilang ... diinginkan kebanyakan orang. Siapa sih yang enggak pengin berada di posisi atas? Tempat di mana kita enggak perlu mengkhawatirkan sebagian masalah dalam hidup kita. Namun ... bukankah dalam hidup itu akan ada saja masalah yang bermunculan? Maksudku begini, kita itu kan menjalani hidup untuk belajar. Belajar yang ilmunya enggak cuma kita dapetin dari sekolah formal doang tapi juga dari kehidupan kita sehari-hari. Tiap hari, kita akan selalu belajar. Dan melalui masalah yang bermunculan ini, kita belajar untuk mencari jawaban yang tepat atas permasalahan dalam hidup kita. Gimana caranya supaya masalah yang ... menjadi pertanyaan dalam soal-soal ujian...

Fiksi Mini: Yang Tak Diharapkan

Ilustrasi gambar (Sumber: pixabay.com/ Mohamed_hassan ) HARI itu aku berjalan menyusuri rumah demi rumah seusai pulang kerja. Seperti biasa, aku selalu pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Walau sebenarnya bisa saja aku memanggil ojek daring untuk mengantarku pulang sampai ke rumah lebih cepat. Ini adalah keputusanku, "Berhemat!" Mengurangi pengeluaran enggak perlu, cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam perjalanan ini, aku selalu memperhatikan rumah-rumah di sekitarku.  Rasanya pasti nyaman tinggal di rumah yang lokasinya lebih dekat. Enggak perlu capek-capek untuk jalan kaki 500 meter lagi sampai ke rumah.  Pikirku pada malam itu. Tapi ... untuk punya rumah baru kan butuh biaya yang enggak sedikit. Sedangkan gaji bulananku selalu terpakai untuk kebutuhan sekeluarga. Akan butuh waktu lama untuk bisa punya rumah baru. Seandainya bisa ngontrak rumah sepetak atau bahkan ngekos , percuma juga rasanya. Yang ada bikin pengeluaran makin membengkak. Akhirnya malah enggak bisa n...

Review US-Movie: Still Alice (2014)

Sumber: Dokumen pribadi Judul: Still Alice Sutradara: Richard Glatzer, Wash Westmoreland Genre: Drama, Slice of life Tahun Rilis: 2014 Pemain: Julianne Moore, Alec Baldwin, Kristen Stewart, Kate Bosworth, Hunter Parrish, Shane McRae, Stephen Kunken Merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Lisa Genova, film Still Alice  memfokuskan kisahnya pada Alice Howland (diperankan Julianne Moore) yang divonis mengidap Alzheimer Dini kala usianya baru memasuki 50 tahun. Alice yang dikenal perfeksionis, tangguh, serta keras kepala tidak menyangka hal semacam ini terjadi pada dirinya. Sebagai profesor ilmu bahasa Universitas Columbia, tentu saja keadaan ini akan menjadi penghalang untuk tetap bisa mengajar di kampus bergengsi tersebut. Usaha demi usaha dilakukan agar Alice dapat mengatasi semuanya sendiri. Namun, pada akhirnya ia tak kuasa menanggung hal itu. Dengan berat hati, ia memberi tahu perihal kondisi kesehatannya belakangan ini pada suami dan ketiga anaknya. Mengingat ada kemun...