Langsung ke konten utama

Fiksi Mini: Yang Tak Diharapkan

Ilustrasi gambar (Sumber: pixabay.com/Mohamed_hassan)


HARI itu aku berjalan menyusuri rumah demi rumah seusai pulang kerja. Seperti biasa, aku selalu pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Walau sebenarnya bisa saja aku memanggil ojek daring untuk mengantarku pulang sampai ke rumah lebih cepat. Ini adalah keputusanku, "Berhemat!" Mengurangi pengeluaran enggak perlu, cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam perjalanan ini, aku selalu memperhatikan rumah-rumah di sekitarku. Rasanya pasti nyaman tinggal di rumah yang lokasinya lebih dekat. Enggak perlu capek-capek untuk jalan kaki 500 meter lagi sampai ke rumah. Pikirku pada malam itu. Tapi ... untuk punya rumah baru kan butuh biaya yang enggak sedikit. Sedangkan gaji bulananku selalu terpakai untuk kebutuhan sekeluarga. Akan butuh waktu lama untuk bisa punya rumah baru. Seandainya bisa ngontrak rumah sepetak atau bahkan ngekos, percuma juga rasanya. Yang ada bikin pengeluaran makin membengkak. Akhirnya malah enggak bisa nabung.

Enggak terasa sudah separuh jalan kulewati. Mendadak, ada notifikasi WhatsApp masuk ke ponsel. Rupanya ada chat dari adikku. Katanya, Kak, cepetan pulang! Penting! Setelah membacanya, tanpa tedeng aling aku segera berlari menuju tempat tinggal yang jaraknya tinggal dua ratusan meter lagi.

***

Setibanya di rumah, aku segera melepas sepatu flat yang kupakai tadi dan bergegas masuk. Baru beberapa langkah aku mulai membatin, Ada apa ya? Melewati ruang tamu, sudah ada sepupu bunda yang menunggu di sana. Kami saling menyapa lalu aku menyalami ia yang biasa kupanggil tante.

Belum sempat masuk ke kamar, tante sudah keburu memanggilku ke ruang tamu dan mengajak bicara. Aku langsung teringat dengan chat dari adikku tadi. Sekalian mampir juga kata tanteku ini. Tante bilang, ada lowongan di tempat kerja kakaknya tante. Gajinya lebih tinggi dari yang biasa aku terima. Cukup menggiurkan memang. Hanya saja ... lokasinya berada di luar kota.

***

Hmm.. Gimana, ya? Bisa aja aku terima tawaran tersebut. Namun, yang menjadi masalahnya ialah aku enggak terlalu dekat dengan kakaknya tanteku ini. Apa enggak masalah kalau aku kerja di tempatnya? Apa ia akan merasa biasa aja atau malah enggak nyaman dengan kehadiranku? Tapi tante meyakinkanku bahwa kakaknya sudah setuju dengan hal ini dan bahkan sudah sempat mengecek laman profilku di LinkedIn.

Agak deg-degan sih. Apalagi tante selama ini bukan cuma udah banyak bantu aku dan adikku, juga sangat dekat dengan bunda. Baiknya, kesempatan ini aku terima aja ... atau mending aku tolak, ya?[]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review E-book: Proses Kreatif Menulis Cerpen

Judul: Proses Kreatif Menulis Cerpen Penulis: Hermawan Aksan Penerbit: Nuansa Cendekia Terbit: Cetakan I, Nopember 2011             Cetakan II, Maret 2015 (Edisi Revisi) Tebal: 212 Halaman ISBN: 978-602-350-004-8 E-ISBN: 978-602-350-257-8 Sinopsis: Melalui buku ini Hermawan Aksan menawarkan sejumlah petunjuk praktis dan sederhana tentang penulisan cerpen. Cocok untuk remaja SMP, SMA, dan mahasiswa baik yang sama sekali belum pernah menulis (cerpen) maupun mereka yang sedang coba-coba menulis. Tentu saja buku ini juga sangat baik dibaca oleh mereka yang sudah menjadi penulis guna mendapatkan tambahan ilmu. Selain itu, cocok digunakan sebagai bahan mengajar para guru. _________________________________________ Satu bulan lalu aku menemukan e-book "Proses Kreatif Menulis Cerpen" di aplikasi iPusnas, sebuah aplikasi peminjaman e-book dari Perpustakaan Nasional. Itu pun hasil dari iseng-iseng karena mau cari bacaan yang beda dari biasanya. Review d...

First Impression: J-Drama Glass Heart (2025)

Sumber: Dokumen pribadi Kali ini aku mau sharing pengalaman aku nonton 2 episode perdana drama musikal yang rilis tahun ini, yaitu Glass Heart. Dorama dari Jepang ini sebenarnya udah masuk ke wishlist aku sejak pertama kali tayang di Netflix. Gak disangka, ternyata adikku juga nonton dorama ini mengingat dia sendiri tertarik banget sama hal-hal berbau Jepang. Dari adegan pembuka, dorama ini cukup mencuri perhatianku karena ceritanya yang benar-benar fokus di dunia musik dan diceritakan bagaimana awal perjuangan band baru bentukan Fujitani Naoki (diperankan Satoh Takeru), TENBLANK, untuk dikenal oleh para pecinta musik rock . Aku sendiri sebetulnya enggak gitu update ya sama berita-berita tentang J-Dorama apalagi J-Pop. Nonton dorama aja jarang, malah lebih sering ngikutin update -an drakor sama drama Mandarin. Hehe Terus karakter protagonis ceweknya, Saijo Akane (diperankan Miyazaki Yu), walau sebenarnya karakter dia klise banget tapi lihat gimana perjuangan dia tuh bikin aku k...

Fiksi Mini: Berdamai dengan Sifat Mengeluh

Ilustrasi gambar (Sumber: pixabay.com/ graphixmade ) SETIAP hari ada saja yang membuatku tidak berhenti untuk mengeluh. Dan kebanyakan di antaranya adalah masalah sepele. Capek dikit, ngeluh . Merasa buntu, ngeluh juga. Sampai orang-orang terdekatku pada caaapek dengerin keluh-kesahku ini. Tiap kali bilang pengen curhat, pasti isinya enggak jauh-jauh dari keluhanku yang sebenarnya masih bisa dicari jalan keluarnya. Kali ini aku berkesempatan mengikuti lomba menulis artikel. Pembahasannya tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Awalnya ketika melakukan riset artikel ini terasa begitu menyenangkan. Sampai pada akhirnya...dipertemukan lagi dengan titik jenuh. Dan aku mulai merasa ada yang salah dengan risetku ini. Aku merasa kalau aku telah membuang-buang waktu karena terlalu fokus riset dengan mengandalkan satu sumber buku referensi saja setelah artikel berita. Seharusnya aku mengambil bahan riset dari artikel berita dan jurnal, bukan artikel berita dan buku referensi. Meski sudah kuberi ...