Langsung ke konten utama

First Impression: C-Drama Hidden Love (2023)

Sumber: Dokumen pribadi

Tadi malam baru aja selesai nonton dua episode pertama dari drama Tiongkok berjudul Hidden Love. Alasan aku pilih drama ini karena emang lagi pengin nyari tontonan ringan aja sih, soalnya udah jarang nemuin drama romance di era 2020-an. Terlebih romcom. Sekalinya ketemu, ternyata cuma menarik di trailer atau teaser doang.

Aku berharap banget Hidden Love bisa kasih sensasi yang beda dari judul-judul (romcom) lain yang pernah aku simak beberapa tahun belakangan.

Drama ini dibintangi oleh Zhao Lu Si dan Chen Zhe Yuan. Aku kenal Zhao Lu Si dari zaman The Romance of Tiger and Rose yang tayang di WeTV awal 2020-an. Aku cukup suka sih sama akting dia di drama itu. Terus sempet ngikutin drama dia yang lain yakni Dating in the Kitchen, sayangnya aku cuma ngikutin beberapa episode awal doang karena gak tahan sama ceritanya yang garing. Padahal itu juga romcom, lho.

Oke, udah dulu ya intermesonya. Sekarang balik lagi ke pembahasan soal drama Hidden Love.

Drama ini punya alur yang cepet, pokoknya sepanjang dua episode pertama sukses bikin aku ikut senyum mulu. Terus vibes-nya juga ala drakor. Jadi, berasa lagi nostalgia sama zaman ngikutin drakor era 2015-an sampai sebelum 2020. Cuma...di hati tuh kayak berasa hampa gitu. Gak tahu deh kenapa. Apa karena chemistry-nya atau yang lain? Karena kalau untuk ceritanya, ini udah bagus.

Sampai menuju akhir episode 2, aku baru mulai klik sama drama ini. Aku suka banget sama cara dua orang terdekat Sang Zhi, yaitu Duan Jia Xu (cowok yang disukai sama Sang Zhi) dan Sang Yan (kakaknya Sang Zhi, temannya Jia Xu), ngelindungin Sang Zhi. Mereka sama-sama berusaha menjaga privasi Sang Zhi dari kekepoan teman mereka yang lain, gara-gara Sang Yan dan Sang Zhi telat dateng ke acara ngumpul bareng. Tindakan dua cowok ini benar-benar bikin aku salut, terutama dari Jia Xu yang ternyata peka banget dengan apa yang dirasain sama Sang Zhi.

Sekiranya itu dulu first impression aku tentang Hidden Love. Kalau kalian lagi nonton juga atau udah lebih dulu menamatkan drama ini, kita diskusi bareng-bareng yuk di kolom komentar! Siapa tahu kalian punya pendapat lain tentang dua episode pertama ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review E-book: Proses Kreatif Menulis Cerpen

Judul: Proses Kreatif Menulis Cerpen Penulis: Hermawan Aksan Penerbit: Nuansa Cendekia Terbit: Cetakan I, Nopember 2011             Cetakan II, Maret 2015 (Edisi Revisi) Tebal: 212 Halaman ISBN: 978-602-350-004-8 E-ISBN: 978-602-350-257-8 Sinopsis: Melalui buku ini Hermawan Aksan menawarkan sejumlah petunjuk praktis dan sederhana tentang penulisan cerpen. Cocok untuk remaja SMP, SMA, dan mahasiswa baik yang sama sekali belum pernah menulis (cerpen) maupun mereka yang sedang coba-coba menulis. Tentu saja buku ini juga sangat baik dibaca oleh mereka yang sudah menjadi penulis guna mendapatkan tambahan ilmu. Selain itu, cocok digunakan sebagai bahan mengajar para guru. _________________________________________ Satu bulan lalu aku menemukan e-book "Proses Kreatif Menulis Cerpen" di aplikasi iPusnas, sebuah aplikasi peminjaman e-book dari Perpustakaan Nasional. Itu pun hasil dari iseng-iseng karena mau cari bacaan yang beda dari biasanya. Review d...

Fiksi Mini: Berdamai dengan Sifat Mengeluh

Ilustrasi gambar (Sumber: pixabay.com/ graphixmade ) SETIAP hari ada saja yang membuatku tidak berhenti untuk mengeluh. Dan kebanyakan di antaranya adalah masalah sepele. Capek dikit, ngeluh . Merasa buntu, ngeluh juga. Sampai orang-orang terdekatku pada caaapek dengerin keluh-kesahku ini. Tiap kali bilang pengen curhat, pasti isinya enggak jauh-jauh dari keluhanku yang sebenarnya masih bisa dicari jalan keluarnya. Kali ini aku berkesempatan mengikuti lomba menulis artikel. Pembahasannya tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Awalnya ketika melakukan riset artikel ini terasa begitu menyenangkan. Sampai pada akhirnya...dipertemukan lagi dengan titik jenuh. Dan aku mulai merasa ada yang salah dengan risetku ini. Aku merasa kalau aku telah membuang-buang waktu karena terlalu fokus riset dengan mengandalkan satu sumber buku referensi saja setelah artikel berita. Seharusnya aku mengambil bahan riset dari artikel berita dan jurnal, bukan artikel berita dan buku referensi. Meski sudah kuberi ...

Fiksi Mini: Memutuskan untuk Kembali

Ilustrasi gambar (Sumber: unsplash.com/ @evelynparis )   AKU dalam perjalanan menuju rumah yang sudah lama kutinggalkan selama bertahun-tahun. Karena kejadian itu, kami tidak berkomunikasi lagi. Bukan! Lebih tepatnya karena perkataanku yang membuat perasaan orang yang paling kusayangi dan paling kuhargai...terluka. Sungguh, sebetulnya bukan ini yang kumau. Pada awalnya aku ragu, apakah kepulanganku ke rumah itu akan menimbulkan masalah baru? Apakah orang itu masih marah padaku? Aku takut, sungguh takut. Tidak sanggup hati ini menghadapi kebencian yang akan kuhadapi nanti. Tapi, seseorang pernah berkata padaku, "Kamu harus pulang. Dia sedang menunggu kamu. Dia udah enggak marah lagi sama kamu." Hanya berbekal keyakinan tersebut aku memberanikan diri untuk menjejakkan kaki ke rumah itu lagi. Selain karena penasaran, sesungguhnya...aku juga merindukannya. Merindukan semua yang ada di sana, merindukan mereka semua, dan...merindukan dia. Seseorang yang telah membesarkanku dan tel...