Langsung ke konten utama

Malas

Menjalani hidup tanpa motivasi ternyata bikin kita tuh jadi malas-malasan. Bawaannya mager (malas gerak) mulu. Dan ini juga yang aku alamin selama bertahun-tahun. Malas! Kita jadi ngerasa hidup tuh gitu-gitu aja. Ya, gitu-gitu aja. Serasa enggak ada perubahan apa pun. Kita jadi enggak semangat dalam menjalani hidup, karena ya itu tadi, MALAS! Tapi kurasa hal ini enggak berlaku untuk yang tiba-tiba menjadi malas, padahal biasanya mereka punya motivasi yang kuat dan tujuan dalam hidup mereka. Mungkin lebih tepatnya disebut.. fase lelah. Ya, dalam fase ini kita mungkin akan menjadi malas juga bawaannya. Mau ngerjain ini mager, ngerjain itu juga mager.

Yang bisa kita lakukan ketika dalam fase ini mungkin bukan menyalahkan diri, tetapi bersyukur. Bersyukur karena kita diberikan waktu untuk istirahat secara fisik dan mental, untuk memulihkan diri lalu menata kembali langkah apalagi yang perlu kita lakukan setelah masa istirahat ini. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus diingatkan bahwa biar bagaimanapun kita ini adalah manusia. Yang tentunya di satu waktu kita bisa menjalani suatu kegiatan dengan penuh semangat, tapi di lain kesempatan kita bisa lelah karenanya.

Awalnya aku sendiri enggak ngerti dengan hal-hal semacam ini. Bahkan enggak tahu kapan waktunya untuk berhenti sejenak dan mundur dulu dari semua yang biasa aku jalani. Setelah berkali-kali mengalaminya sendiri dan memahami situasinya, aku sadar bahwa memang beginilah kita menjalani hidup. Akan selalu ada pasang surut dalam hidup kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fiksi Mini: Berdamai dengan Sifat Mengeluh

Ilustrasi gambar (Sumber: pixabay.com/ graphixmade ) SETIAP hari ada saja yang membuatku tidak berhenti untuk mengeluh. Dan kebanyakan di antaranya adalah masalah sepele. Capek dikit, ngeluh . Merasa buntu, ngeluh juga. Sampai orang-orang terdekatku pada caaapek dengerin keluh-kesahku ini. Tiap kali bilang pengen curhat, pasti isinya enggak jauh-jauh dari keluhanku yang sebenarnya masih bisa dicari jalan keluarnya. Kali ini aku berkesempatan mengikuti lomba menulis artikel. Pembahasannya tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Awalnya ketika melakukan riset artikel ini terasa begitu menyenangkan. Sampai pada akhirnya...dipertemukan lagi dengan titik jenuh. Dan aku mulai merasa ada yang salah dengan risetku ini. Aku merasa kalau aku telah membuang-buang waktu karena terlalu fokus riset dengan mengandalkan satu sumber buku referensi saja setelah artikel berita. Seharusnya aku mengambil bahan riset dari artikel berita dan jurnal, bukan artikel berita dan buku referensi. Meski sudah kuberi ...

First Impression: J-Drama Glass Heart (2025)

Sumber: Dokumen pribadi Kali ini aku mau sharing pengalaman aku nonton 2 episode perdana drama musikal yang rilis tahun ini, yaitu Glass Heart. Dorama dari Jepang ini sebenarnya udah masuk ke wishlist aku sejak pertama kali tayang di Netflix. Gak disangka, ternyata adikku juga nonton dorama ini mengingat dia sendiri tertarik banget sama hal-hal berbau Jepang. Dari adegan pembuka, dorama ini cukup mencuri perhatianku karena ceritanya yang benar-benar fokus di dunia musik dan diceritakan bagaimana awal perjuangan band baru bentukan Fujitani Naoki (diperankan Satoh Takeru), TENBLANK, untuk dikenal oleh para pecinta musik rock . Aku sendiri sebetulnya enggak gitu update ya sama berita-berita tentang J-Dorama apalagi J-Pop. Nonton dorama aja jarang, malah lebih sering ngikutin update -an drakor sama drama Mandarin. Hehe Terus karakter protagonis ceweknya, Saijo Akane (diperankan Miyazaki Yu), walau sebenarnya karakter dia klise banget tapi lihat gimana perjuangan dia tuh bikin aku k...

Review US-Movie: Still Alice (2014)

Sumber: Dokumen pribadi Judul: Still Alice Sutradara: Richard Glatzer, Wash Westmoreland Genre: Drama, Slice of life Tahun Rilis: 2014 Pemain: Julianne Moore, Alec Baldwin, Kristen Stewart, Kate Bosworth, Hunter Parrish, Shane McRae, Stephen Kunken Merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Lisa Genova, film Still Alice  memfokuskan kisahnya pada Alice Howland (diperankan Julianne Moore) yang divonis mengidap Alzheimer Dini kala usianya baru memasuki 50 tahun. Alice yang dikenal perfeksionis, tangguh, serta keras kepala tidak menyangka hal semacam ini terjadi pada dirinya. Sebagai profesor ilmu bahasa Universitas Columbia, tentu saja keadaan ini akan menjadi penghalang untuk tetap bisa mengajar di kampus bergengsi tersebut. Usaha demi usaha dilakukan agar Alice dapat mengatasi semuanya sendiri. Namun, pada akhirnya ia tak kuasa menanggung hal itu. Dengan berat hati, ia memberi tahu perihal kondisi kesehatannya belakangan ini pada suami dan ketiga anaknya. Mengingat ada kemun...