Langsung ke konten utama

Review Web Series: Disconnected (2021)


Tahun Rilis: 2021
Genre: Slice of life, Drama, Roman
Produksi: MNC Channels
Sutradara: Arief Budiman
Penulis: Miss Harahap
Jumlah episode: 5 Episode
Pemeran: Lionil Hendrik, Jovanna, Okka Pratama
_________________________________________

Hai, aku mau cerita nih. Jadi, weekend kemarin aku nonton web series lokal yang berjudul Disconnected. Web series ini tayang di Vision+. Sebenarnya udah rencana dari beberapa bulan lalu pengen nonton setelah tamat. Mumpung waktu itu masih ada stok pulsa mencukupi, aku coba buat beli paket mingguan Vision+ via Coda Pay. Lumayanlah, sekalian maraton series Vision+ lainnya yang juga sudah tamat. 😁

Disconnected ini bercerita tentang 3 sahabat yaitu Gigi, Angga dan Renee yang sudah berteman sejak SMA. Suka duka mereka jalani bersama hingga persahabatan itu awet selama bertahun-tahun. Ketika pandemi datang, dua diantara mereka terpaksa harus kehilangan pekerjaan dan mau tidak mau harus berjuang mengatasi krisis ekonomi agar bisa tetap bertahan. Selain itu, kisah cinta segitiga antara Gigi, Angga dan Renee ikut memberi warna dalam web series ini.

Selama nonton Disconnected, aku suka banget sama chemistry antar pemerannya. Terutama ketiga sahabat yang udah sebutin nama karakternya diatas. Dapet dan ngalir aja gitu. Terus ceritanya juga sangat realistis. Pokoknya, selama ngikutin ini aku benar-benar gak kecewa. Kalo untuk romance-nya sendiri, jujur aku gak terlalu berharap banyak ya. Toh, Angga dan Renee sama-sama baik ini.

Disconnected ini recomended banget buat yang lagi nyari web series dengan cerita yang realistis. Cuma 5 episode kok dengan durasi ±25 menit tiap episode-nya. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review E-book: Proses Kreatif Menulis Cerpen

Judul: Proses Kreatif Menulis Cerpen Penulis: Hermawan Aksan Penerbit: Nuansa Cendekia Terbit: Cetakan I, Nopember 2011             Cetakan II, Maret 2015 (Edisi Revisi) Tebal: 212 Halaman ISBN: 978-602-350-004-8 E-ISBN: 978-602-350-257-8 Sinopsis: Melalui buku ini Hermawan Aksan menawarkan sejumlah petunjuk praktis dan sederhana tentang penulisan cerpen. Cocok untuk remaja SMP, SMA, dan mahasiswa baik yang sama sekali belum pernah menulis (cerpen) maupun mereka yang sedang coba-coba menulis. Tentu saja buku ini juga sangat baik dibaca oleh mereka yang sudah menjadi penulis guna mendapatkan tambahan ilmu. Selain itu, cocok digunakan sebagai bahan mengajar para guru. _________________________________________ Satu bulan lalu aku menemukan e-book "Proses Kreatif Menulis Cerpen" di aplikasi iPusnas, sebuah aplikasi peminjaman e-book dari Perpustakaan Nasional. Itu pun hasil dari iseng-iseng karena mau cari bacaan yang beda dari biasanya. Review d...

First Impression: J-Drama Glass Heart (2025)

Sumber: Dokumen pribadi Kali ini aku mau sharing pengalaman aku nonton 2 episode perdana drama musikal yang rilis tahun ini, yaitu Glass Heart. Dorama dari Jepang ini sebenarnya udah masuk ke wishlist aku sejak pertama kali tayang di Netflix. Gak disangka, ternyata adikku juga nonton dorama ini mengingat dia sendiri tertarik banget sama hal-hal berbau Jepang. Dari adegan pembuka, dorama ini cukup mencuri perhatianku karena ceritanya yang benar-benar fokus di dunia musik dan diceritakan bagaimana awal perjuangan band baru bentukan Fujitani Naoki (diperankan Satoh Takeru), TENBLANK, untuk dikenal oleh para pecinta musik rock . Aku sendiri sebetulnya enggak gitu update ya sama berita-berita tentang J-Dorama apalagi J-Pop. Nonton dorama aja jarang, malah lebih sering ngikutin update -an drakor sama drama Mandarin. Hehe Terus karakter protagonis ceweknya, Saijo Akane (diperankan Miyazaki Yu), walau sebenarnya karakter dia klise banget tapi lihat gimana perjuangan dia tuh bikin aku k...

Fiksi Mini: Berdamai dengan Sifat Mengeluh

Ilustrasi gambar (Sumber: pixabay.com/ graphixmade ) SETIAP hari ada saja yang membuatku tidak berhenti untuk mengeluh. Dan kebanyakan di antaranya adalah masalah sepele. Capek dikit, ngeluh . Merasa buntu, ngeluh juga. Sampai orang-orang terdekatku pada caaapek dengerin keluh-kesahku ini. Tiap kali bilang pengen curhat, pasti isinya enggak jauh-jauh dari keluhanku yang sebenarnya masih bisa dicari jalan keluarnya. Kali ini aku berkesempatan mengikuti lomba menulis artikel. Pembahasannya tentang Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Awalnya ketika melakukan riset artikel ini terasa begitu menyenangkan. Sampai pada akhirnya...dipertemukan lagi dengan titik jenuh. Dan aku mulai merasa ada yang salah dengan risetku ini. Aku merasa kalau aku telah membuang-buang waktu karena terlalu fokus riset dengan mengandalkan satu sumber buku referensi saja setelah artikel berita. Seharusnya aku mengambil bahan riset dari artikel berita dan jurnal, bukan artikel berita dan buku referensi. Meski sudah kuberi ...